Berita Utama

Perbandingan Metode Konversi Suara Kuota Hare dan Sainte-Lague Serta Simulasi Konversi Suara Menjadi Kursi Parlemen

METODE DIVISOR SAINTE-LAGUE
Rumpun metode Divisor menawarkan konsep konversi suara menjadi kursi tidak melalui BPP namun dengan menggunakan angka tertentu sebagai bilangan pembagi suara, dalam rumpun divisor terdapat tiga jenis metode yaitu Divisor d’Hondt; dengan bilangan pembagi 1, 2, 3, 4, 5 dan seterusnya, Divisor Sainte-Lague; dengan bilangan ganjil sebagai pembagi suara perolehan 1, 3, 5, 7 dan seterusnya dan Divior Sainte-Lague Modifikasi; dengan menggunakan bilangan pembagi 1.4, 3, 5, 7 dan seterusnya. Dalam UU 7/2017 tentang Pemilu pasal 415 (ayat 2) “Dalam hal penghitungan perolehan kursi DPR, suara sah setiap partai politik yang memenuhi ambang batas perolehan suara dibagi dengan bilangan pembagi 1 dan diikuti secara berurutan oleh bilangan ganjil 3, 5, 7, dan seterusnya”. (ayat 3) “Dalam hal penghitungan perolehan kursi DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, suara sah setiap partai politik dibagi dengan bilangan pembagi 1 dan diikuti secara berurutan oleh bilangan ganjil 3, 5, 7, dan seterusnya”. Dengan demikian metode Divisor Sainte-Lague digunakan dalam konversi suara DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota dan diterapkan mulai pada Pemilihan Umum tahun 2019, maka dapat dipastikan metode Divisor Sainte-Lague diterapkan pula pada Pemilu 2024 sepanjang UU 7/2017 tidak di ubah khususnya pada pasal 415.

SIMULASI DIVISOR SAINTE-LAGUE
Dengan menggunakan perolehan suara sah parpol pada simulasi sebelumnya yakni asumsi 20.000 suara sah Partai Politik dalam suatu dapil.

Bagikan: