Berita Utama

Perayaan HUT Banggai ke-66: Efisiensi yang Berpindah?

Pada level praktik wacana dan praktik sosial, hampir seluruh liputan mengenai HUT Banggai mengutip rilis resmi pemerintah daerah, mulai dari pidato gubernur hingga sambutan bupati. Narasi yang muncul nyaris identik di berbagai media tanpa menghadirkan suara pembanding dari DPRD, akademisi, maupun masyarakat.

Kondisi ini membuat wacana efisiensi kehilangan ruang untuk dikritisi. Bukan karena kritik dilarang, melainkan karena tidak ada yang memulai dan tidak ada media yang membangun sudut pandang alternatif. Dalam perspektif AWK, relasi kuasa semacam ini membuat media bergantung pada akses dan hubungan baik dengan narasumber resmi.

Dominasi wacana tersebut kemudian dinaturalisasi sehingga seremoni yang megah tampil sebagai sesuatu yang sepenuhnya wajar, tanpa lagi memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi semangat efisiensi.

Bukan Soal Menentang Perayaan, tetapi Soal Konsistensi Narasi

Tidak ada yang salah dengan merayakan hari jadi daerah. Masyarakat Banggai berhak memperoleh hiburan, mempererat silaturahmi, dan merasakan kebanggaan terhadap daerahnya. Semua itu merupakan hal yang sah, baik kegiatan tersebut didanai sponsor maupun tidak.

Bagikan: