Nasional

Mentan Amran Emosi di Depan Mendagri Tito: “Rapat Ini Gak Guna, Mafia Pangan Gak Ditangkap-Tangkap!”

Ia juga menyebut target penanganan dalam waktu enam bulan. Target tersebut menjadi tantangan bagi lembaga terkait untuk menindaklanjuti laporan, menelusuri rantai distribusi, dan membuktikan ada atau tidaknya pelanggaran hukum.

Persoalan harga pangan menjadi penting karena berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat dan pendapatan produsen. Dalam paparan yang menjadi dasar pemberitaan ini, inflasi September 2026 disebut mencapai 3,28 persen, naik dari 3,19 persen pada bulan sebelumnya. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau disebut menjadi salah satu penyumbang utama, dengan komoditas seperti cabai, daging ayam ras, telur ayam ras, dan beras mendapat perhatian.

Pemerintah menargetkan inflasi tetap di bawah 3,5 persen. Namun, menjaga inflasi bukan hanya persoalan menggelar rapat koordinasi, melainkan juga memastikan pasokan, distribusi, dan pembentukan harga berjalan secara wajar.

Pernyataan keras Amran di hadapan Tito Karnavian kembali menempatkan dugaan praktik mafia pangan sebagai persoalan yang membutuhkan tindak lanjut konkret. Publik kini menunggu langkah aparat untuk menelusuri dugaan pelanggaran, mengungkap pihak yang bertanggung jawab, serta memastikan kebijakan stabilisasi harga benar-benar melindungi petani, peternak, dan konsumen.(Rbp)

Bagikan: