Nasional

Mentan Amran Emosi di Depan Mendagri Tito: “Rapat Ini Gak Guna, Mafia Pangan Gak Ditangkap-Tangkap!”

Ketimpangan tersebut, menurut Amran, mengindikasikan adanya persoalan dalam rantai distribusi yang perlu diusut. Ia menduga terdapat pihak-pihak yang mengambil keuntungan berlebihan di tengah tekanan harga yang dialami peternak.

Persoalan harga tersebut juga menjadi sorotan setelah ribuan peternak dilaporkan menggelar demonstrasi di depan Gedung DPR.

Bagi Amran, persoalannya bukan sekadar angka inflasi, melainkan bagaimana harga yang diterima produsen dapat jatuh ketika masyarakat tetap harus membeli komoditas pangan dengan harga tinggi.

Amran juga menyinggung persoalan distribusi dan harga pada komoditas lain, termasuk beras dan minyak goreng. Ia mempertanyakan kondisi ketika stok pangan nasional disebut surplus, tetapi harga di tingkat produsen masih menghadapi tekanan.

Ia turut menyoroti beras fortifikasi yang disebutnya dijual dengan harga tinggi, meskipun ditujukan bagi masyarakat miskin. Menurutnya, persoalan distribusi dan dugaan permainan harga harus ditelusuri agar tidak merugikan petani, peternak, maupun konsumen.

Amran memperingatkan bahwa tekanan harga di tingkat produsen dapat membuat pelaku usaha kecil tersingkir, sementara pihak lain memperoleh keuntungan dari rantai perdagangan. Meski demikian, dugaan keterlibatan pihak tertentu dalam permainan harga tetap memerlukan penyelidikan dan pembuktian oleh aparat penegak hukum.

Bagikan: