Namun, bagi Nadjamuddin, jabatan hanyalah amanah yang suatu saat dapat berganti. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana seseorang menjaga karakter ketika berada di puncak karier.
“Jabatan boleh bertambah tinggi, pangkat boleh semakin besar. Tetapi beliau tidak berubah. Tetap rendah hati, peka terhadap sesama, mudah bergaul, dan selalu menjalin silaturahmi. Itulah makna ilmu padi: makin berisi, makin merunduk,” pungkas Nadjamuddin.
Di tengah zaman ketika jabatan kerap diidentikkan dengan jarak dan formalitas, kisah sederhana tentang seorang pangdam yang memilih menyopiri sendiri tamunya menjadi pengingat bahwa kebesaran seseorang tidak selalu ditunjukkan oleh simbol-simbol kekuasaan. Kadang, justru tampak dari hal-hal kecil: cara menyapa, menghargai, mendengar, dan memperlakukan sesama manusia.
Barangkali benar, seperti filosofi padi yang tumbuh di sawah-sawah Nusantara: semakin berisi, semakin merunduk. Semakin tinggi ilmu, pengalaman, dan kedudukan seseorang, semakin besar pula kerendahan hati yang terpancar darinya.(Alin/RBP)
