banggaipost.com
Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang membahas sengketa lahan antara warga Desa Tuntung, Kecamatan Bunta, dengan PT Koninis Fajar Mineral (KFM) di DPRD Kabupaten Banggai, Senin (3/8/2026), diwarnai keributan antarwarga hingga membuat jalannya rapat sempat terhenti.
RDP yang berlangsung di ruang rapat komisi DPRD Banggai itu dimulai sekitar pukul 13.00 Wita. Pertemuan dihadiri perwakilan warga Desa Tuntung, manajemen PT KFM, Camat Bunta Buhari Malihat, serta anggota DPRD Banggai yang dipimpin Ketua Komisi II DPRD Banggai, Irwanto Kulap.
Suasana awalnya berlangsung tertib. Namun ketegangan mulai muncul ketika masing-masing pihak menyampaikan pandangan terkait penyelesaian sengketa lahan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Puncak keributan terjadi sekitar pukul 15.50 Wita. Sejumlah ibu-ibu asal Desa Tuntung terlibat adu mulut dengan nada tinggi. Perdebatan yang terjadi di antara sesama warga berlangsung sekitar 10 menit dan sempat menghentikan jalannya rapat.
Melihat situasi semakin memanas, Camat Bunta Buhari Malihat berupaya menenangkan peserta rapat. Petugas Pengamanan Dalam (Pamdal) DPRD Banggai juga mengamankan ruang rapat guna mengantisipasi terjadinya benturan fisik. Beberapa anggota DPRD bahkan memilih meninggalkan ruangan hingga suasana kembali kondusif.
Hingga rapat berakhir, belum ada informasi resmi mengenai hasil maupun kesepakatan yang dicapai.
