Karena itu, pemulihan layanan Bank Sulteng harus menjadi prioritas mutlak—bukan sekadar perbaikan mesin di belakang layar, melainkan pemulihan rasa aman bagi setiap nasabah. Pemerintah daerah juga harus hadir memastikan kepentingan publik terlindungi sepenuhnya.
Jangan biarkan uang rakyat tertahan dalam ketidakpastian. Jangan biarkan kelambanan layanan merusak denyut ekonomi daerah. Sebab, yang sedang dipertaruhkan hari ini bukan sekadar saldo di rekening, melainkan martabat, daya beli, dan masa depan kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah. (*)
