Dikutip dari pemberitaan media loka, koordinator pembangunan, Tri Harsono Sibay, menjelaskan tim teknis bersama Vertical Rescue Indonesia kini sedang menyelesaikan pengukuran lapangan. Hasil survei tersebut akan menjadi dasar penentuan spesifikasi jembatan, titik fondasi, hingga metode konstruksi yang paling aman sebelum pekerjaan fisik dimulai. Proses teknis diperkirakan berlangsung sekitar satu pekan apabila tidak terdapat kendala di lapangan.
Anwar sebelumnya menegaskan pembangunan tersebut tidak menggunakan APBD Provinsi Sulawesi Tengah. Menurutnya, kondisi fiskal daerah yang masih terdampak kebijakan efisiensi membuat proses penganggaran membutuhkan waktu, sementara warga Masungkang setiap hari masih mempertaruhkan keselamatan saat menyeberangi sungai.
Meski demikian, rencana pembangunan melalui APBD Perubahan yang disampaikan DPRD Banggai tetap membuka peluang hadirnya solusi permanen dari pemerintah daerah. Apabila kedua inisiatif itu sama-sama berjalan, tantangan berikutnya adalah memastikan tidak terjadi tumpang tindih perencanaan maupun pembiayaan, sehingga kebutuhan masyarakat benar-benar menjadi prioritas utama.
Bagi warga Masungkang, yang paling dinantikan bukan lagi siapa yang pertama mengumumkan pembangunan, melainkan kapan jembatan itu benar-benar berdiri dan mengakhiri risiko yang selama ini harus mereka hadapi setiap hari.(Alin/RBP)
