Opini

Hindia Belanda Menggratiskan Sekolah Dokter, Indonesia Kapan?

Sebagai pembanding, Kuba kerap dikenal memiliki sistem kesehatan yang menempatkan pendidikan dokter sebagai investasi publik. Negara membiayai pendidikan kedokteran dan menanamkan nilai pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian penting dalam pembentukan profesi. Terlepas dari perbedaan sistem politik dan ekonomi, pengalaman Kuba mengundang satu pertanyaan penting: apakah pendidikan kedokteran yang terbuka dan dibiayai negara turut membentuk budaya profesi yang lebih dekat dengan masyarakat?

Jika tujuan kita adalah melahirkan dokter yang kompeten sekaligus humanis, maka pembahasan tidak cukup berhenti pada kurikulum. Kita juga perlu menata ulang sistem pendidikan kedokteran agar lebih inklusif, lebih mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, serta semakin menegaskan bahwa profesi dokter adalah panggilan pengabdian, bukan sekadar simbol status sosial.

Semoga, di negara yang berlandaskan nilai-nilai Ketuhanan ini, kita mampu melahirkan lebih banyak dokter yang tidak hanya cerdas dan profesional, tetapi juga humanis, rendah hati, sederhana, serta mengabdikan ilmu dan kehidupannya untuk melayani rakyat.

Luwuk, 6 Agustus 2026

*Penulis adalah petani pisang.

 

Bagikan: