Opini

Haji Samiun: Mereka di Pinggiran Tidak Butuh Janji, Mereka Butuh Kehadiran

Dari Vatulemo untuk Pulau-Pulau yang Kerap Terlupakan


Oleh: Nadjamuddin Mointang


“Jika pemimpin ingin dikenang oleh sejarah, jangan mulai dari membangun kantor yang megah. Mulailah dengan memastikan anak-anak di Pulau Sonit, Bangkurung, Mandel, Labobo, dan pulau-pulau kecil lainnya tumbuh dengan kesempatan yang sama seperti anak-anak di kota. Sebab, keadilan bukan tentang siapa yang paling dekat dengan pusat pemerintahan, melainkan siapa yang paling merasakan kehadiran negara.”

Lari pagi di Lapangan Vatulemo, Kota Palu, menghadirkan pelajaran yang jauh lebih bermakna daripada sekadar menjaga kebugaran. Bersama Haji Samiun, Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah dari Daerah Pemilihan Banggai Bersaudara, kami berdiskusi tentang makna kepemimpinan, pelayanan publik, dan bagaimana negara seharusnya hadir bagi masyarakat yang tinggal di wilayah paling jauh dari pusat pemerintahan.

Percakapan itu membawa pikiran kami melintasi lautan menuju pulau-pulau kecil di Banggai Bersaudara. Bagi sebagian orang, Pulau Sonit, Bangkurung, Mandel, Labobo, Bokan Kepulauan, Banggai, dan puluhan pulau kecil lainnya mungkin hanya titik-titik di peta. Namun bagi ribuan warga yang hidup di sana, pulau-pulau itu adalah rumah. Di sanalah mereka membesarkan anak-anak, mencari nafkah sebagai nelayan dan petani, serta menggantungkan harapan kepada negara.

Bagikan: