Berita Utama

10 Raksasa Sawit Diduga Manipulasi Harga Ekspor, Menkeu Lapor Langsung ke Presiden Prabowo

BANGGAIPOST.COM, JAKARTA — Pemerintah mengungkap dugaan praktik manipulasi harga ekspor crude palm oil (CPO) yang melibatkan 10 perusahaan sawit besar di Indonesia. Temuan tersebut dilaporkan langsung Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kepada Presiden Prabowo Subianto dalam laporan terbaru Mei 2026.

Dugaan praktik tersebut terdeteksi melalui pemeriksaan acak (random sampling) berbasis kecerdasan buatan (AI) dan data National Single Window (NSW). Pemerintah menemukan indikasi under-invoicing atau pelaporan nilai ekspor lebih rendah dari harga sebenarnya.

Modus yang diduga digunakan yakni perusahaan menjual CPO ke anak usaha atau perusahaan perantara di Singapura dengan harga rendah, bahkan disebut bisa hanya setengah dari harga pasar internasional. Namun barang dikirim langsung ke negara tujuan akhir seperti Amerika Serikat.

Dengan pola tersebut, selisih keuntungan diduga disimpan di luar negeri sehingga nilai ekspor yang tercatat di Indonesia menjadi lebih kecil. Akibatnya, potensi penerimaan negara dari pajak, bea keluar, dan pungutan ekspor ikut berkurang.

Dalam salah satu contoh yang dipaparkan pemerintah, terdapat pengapalan ke Amerika Serikat dengan selisih nilai mencapai sekitar 57 persen. Nilai ekspor yang dilaporkan disebut hanya sekitar US$1,44 juta, sementara nilai riil diduga jauh lebih tinggi.

Bagikan: