Struktur ekonomi Banggai tergolong lengkap—migas, perikanan, pertanian, perdagangan, hingga jasa. Namun, ketiadaan sektor unggulan yang didorong serius membuat pertumbuhan berjalan tanpa akselerasi.
Potensi seperti Donggi-Senoro LNG, perikanan laut, dan agroindustri masih berhenti pada tahap produksi primer. Hilirisasi yang seharusnya menciptakan nilai tambah belum berjalan optimal.
Problem Klasik yang Berulang
Sejumlah masalah struktural terus membayangi:
– Belanja tidak produktif masih dominan, dengan porsi besar untuk pegawai dan administrasi.
– Fokus sektor unggulan kabur, tanpa roadmap hilirisasi yang jelas.
– Perencanaan belum berbasis outcome; SIPD dan SAKIP belum dikaitkan langsung dengan PDRB, investasi, dan tenaga kerja.
– Minim investasi swasta, membuat ekonomi terlalu bergantung pada APBD.
Dalam kondisi ini, APBD berisiko menjadi “anggaran rutin”, bukan alat penggerak ekonomi.
Rekomendasi: Ubah Arah, Bukan Sekadar Angka
