Dalam rilis Burung Indonesia, pada sektor Wisata Khusus, di pulau peling ini sejak di temukan kembali gagak Peling (Corvus Unicolor) yang dinyatakan hilang 200 tahun dan ditemukan pada tahun 2007, banyak peneliti-peneliti internasional yang berbondong-bondong untuk datang meneliti burung gagak ini sampai sekarang di Desa Leme-Leme Darat yang dimana sekarang telah ada taman KEHATI KARST (keanekaragaman hayati Kokolomboi) yaitu taman keanekaragaman hayati karst pertama di Indonesia.
Pada sektor Ekowisata, misal danau Paisupok, Danau Tendetung, Danau Alani dan beberapa wisata lainya, yang kemudian bisa menjadi sumber pada peningkatan pendapataan ekonomi daerah dan masyarakat. Pada sektor kelautan dan perikanan, banggai laut dan banggai kepulauan menjadi Kawasan konservasi pesisir dan pulau-pulau kecil di Sulawesi tengah dan menjadi penyanggah perikanan IKN.
Pada sektor hutan, Banggai Kepulauan juga mempunyai hasil hutan HHBK dan Agroforestry yang luar biasa, yaitu seperti madu,dan rotan. Rotan ini menjadi salah satu penghasilan masyarakat untuk dijadikan sebagai hasil kerajinan rotan yang di jual oleh masyarakat. Banggai kepulauan juga mempunyai 6 jenis pohon spesies endemik pulau peling, yang termasuk kayu berkelas yang di temukan oleh Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN).
