— IKLAN —
Iklan Untika Luwuk

Aktivis Lingkungan Bangkep Sarankan Gubernur Tiru Bupati Sigi

Kabupaten Banggai Kepulauan justru memiliki potensi yang lebih beragam dibandingkan Sigi. Selain pertanian, Bangkep juga memiliki kekuatan di sektor kelautan dan pariwisata yang dapat menjadi fondasi pembangunan ekonomi berkelanjutan.


BANGGAIPOST.COM, BANGKEP – Aktivis lingkungan asal Kabupaten Banggai Kepulauan, Irwanto Diasa alias Simbil, menyarankan Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mencontoh arah pembangunan yang diterapkan Bupati Sigi, Irwan Lapatta, yang mengedepankan pembangunan berkelanjutan tanpa bergantung pada sektor pertambangan.

Menurut Simbil, pendekatan pembangunan yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Sigi membuktikan bahwa kemajuan daerah tidak harus ditopang oleh industri ekstraktif. Sebaliknya, pembangunan dapat bertumpu pada penguatan sektor pertanian, pemberdayaan masyarakat, dan pelestarian lingkungan.

— IKLAN —
Iklan Untika Luwuk
— IKLAN —
Iklan Untika Luwuk

“Yang dibutuhkan adalah keberanian memilih model pembangunan yang berpihak pada rakyat dan lingkungan. Sigi sudah membuktikan bahwa daerah bisa berkembang tanpa menjadikan tambang sebagai andalan,” ujar Simbil.

Ia menilai konsep pembangunan Sigi patut menjadi referensi bagi Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, terutama di tengah polemik aktivitas pertambangan yang berkembang di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Dalam berbagai kesempatan, Bupati Sigi Irwan Lapatta konsisten menyampaikan bahwa daerah yang dipimpinnya dibangun tanpa mengandalkan sektor pertambangan maupun eksploitasi sumber daya alam secara berlebihan. Kebijakan tersebut didasarkan pada kondisi geografis Kabupaten Sigi yang sekitar 76 persen wilayahnya merupakan kawasan konservasi dan hutan lindung.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Sigi memilih mengembangkan ekonomi berbasis alam yang berkelanjutan melalui sektor agribisnis. Salah satu strategi yang dijalankan adalah pola “petik, olah, jual”, yakni pendampingan kepada petani sejak proses budidaya, panen, pengolahan hasil hingga pemasaran.

Pemerintah daerah juga mendorong peningkatan kualitas produk dan kemasan agar memiliki daya saing yang lebih baik. Upaya tersebut diperkuat melalui keikutsertaan Sigi dalam Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), yang membuka akses kemitraan antara pelaku usaha lokal dan pasar yang lebih luas.

Di sisi lain, pembangunan infrastruktur di Sigi dilakukan dengan memperhatikan ketentuan kawasan konservasi. Pemerintah daerah berupaya mencari solusi pembangunan yang tidak merusak ekosistem lindung meskipun membutuhkan proses yang lebih panjang.

Selain sektor pertanian, Pemkab Sigi juga mendorong pengembangan budaya, kepemudaan, olahraga, serta UMKM sebagai penggerak ekonomi daerah. Berbagai fasilitas publik yang dibangun diharapkan mampu menciptakan ruang aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat.

Menurut Simbil, Kabupaten Banggai Kepulauan justru memiliki potensi yang lebih beragam dibandingkan Sigi. Selain pertanian, Bangkep juga memiliki kekuatan di sektor kelautan dan pariwisata yang dapat menjadi fondasi pembangunan ekonomi berkelanjutan.

“Sigi berdaya saing tanpa tambang, tanpa laut. Bangkep dan Sigi sama-sama memiliki wilayah mayoritas zona lindung, tetapi Bangkep lebih kompleks dan lebih kaya karena memiliki potensi kelautan, pariwisata, dan pertanian. Kalau cara berpikir Gubernur Anwar Hafid setara dengan Bupati Sigi Irwan Lapatta dalam memandang pembangunan berkelanjutan, maka TBG pasti cabut total dan permanen,” tegas Simbil.

Ia menilai kekayaan sumber daya alam Banggai Kepulauan seharusnya menjadi modal utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa harus mengandalkan aktivitas pertambangan. Menurutnya, pengembangan sektor perikanan, pertanian, pariwisata, dan UMKM akan memberikan manfaat ekonomi yang lebih berkelanjutan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.

Simbil berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menjadikan pengalaman Kabupaten Sigi sebagai salah satu referensi dalam merumuskan arah pembangunan daerah, sehingga pertumbuhan ekonomi dapat berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan kepentingan masyarakat lokal. (Alin)

— IKLAN —
Iklan Untika Luwuk
— IKLAN —
Iklan Untika Luwuk
'; ?>