Menurut Simbil, Kabupaten Banggai Kepulauan justru memiliki potensi yang lebih beragam dibandingkan Sigi. Selain pertanian, Bangkep juga memiliki kekuatan di sektor kelautan dan pariwisata yang dapat menjadi fondasi pembangunan ekonomi berkelanjutan.
“Sigi berdaya saing tanpa tambang, tanpa laut. Bangkep dan Sigi sama-sama memiliki wilayah mayoritas zona lindung, tetapi Bangkep lebih kompleks dan lebih kaya karena memiliki potensi kelautan, pariwisata, dan pertanian. Kalau cara berpikir Gubernur Anwar Hafid setara dengan Bupati Sigi Irwan Lapatta dalam memandang pembangunan berkelanjutan, maka TBG pasti cabut total dan permanen,” tegas Simbil.
Ia menilai kekayaan sumber daya alam Banggai Kepulauan seharusnya menjadi modal utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa harus mengandalkan aktivitas pertambangan. Menurutnya, pengembangan sektor perikanan, pertanian, pariwisata, dan UMKM akan memberikan manfaat ekonomi yang lebih berkelanjutan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan bagi generasi mendatang.
Simbil berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menjadikan pengalaman Kabupaten Sigi sebagai salah satu referensi dalam merumuskan arah pembangunan daerah, sehingga pertumbuhan ekonomi dapat berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan dan kepentingan masyarakat lokal. (Alin)
