Kabupaten Banggai, Kota Palu, dan Kabupaten Toli-Toli telah memiliki infrastruktur digital yang relatif memadai. Ketiganya telah menyediakan server penyimpanan data SAKIP serta mendigitalisasi dokumen-dokumen utama seperti RPJMD, RKPD, Perjanjian Kinerja, IKU, hingga DPA dalam format PDF teks (machine readable). Ketersediaan dokumen dalam format tersebut menjadi syarat penting agar AI dapat melakukan analisis secara otomatis.
Kabupaten Banggai menggunakan server collocation berbasis Linux Ubuntu, Kabupaten Toli-Toli mengoperasikan dedicated server berbasis Linux, sementara Kota Palu juga telah memiliki dedicated server yang dikelola secara mandiri. Kondisi ini menunjukkan bahwa fondasi infrastruktur teknologi informasi mulai terbentuk.
Namun, kesiapan teknologi hanyalah prasyarat. Faktor yang jauh lebih menentukan adalah kualitas data—apakah data yang dimiliki pemerintah konsisten, akurat, mutakhir, dan saling terhubung antarsistem.
SDM Menjadi Penentu
Hasil survei menunjukkan sebanyak 35 OPD di Kabupaten Banggai, 35 OPD di Kabupaten Toli-Toli, dan 40 OPD di Kota Palu telah berpartisipasi dalam asesmen kesiapan implementasi AI. Sementara itu, hingga survei dilakukan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah belum mengisi asesmen kesiapan tersebut.
