Proyek Kolam Renang Rp15 Miliar Disorot, Pipa Retak hingga Atap Tribun Roboh


“Tidak boleh ada detail yang dianggap sepele. Retakan pada pipa bisa menjadi tanda lemahnya pengawasan dan penggunaan bahan yang tidak sesuai standar,” tegas Wardani Murad, Waket I DPRD Banggai


BANGGAIPOST, LUWUK — Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Banggai, Wardani Murad Husain, menyoroti kualitas pembangunan Stadion Kolam Renang tahap I tahun anggaran 2025 yang berlokasi di kawasan GOR Kilongan.
Sorotan itu muncul setelah ditemukan keretakan pada pipa besi medium di lantai dua bagian belakang tribun, meski proyek baru beberapa bulan selesai dikerjakan. Selain itu, atap tribun juga dilaporkan roboh akibat diterpa angin kencang.

Temuan tersebut mencuat saat legislator Fraksi Gerindra itu menggelar reses di lokasi proyek, Kamis, 7 November 2026.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, pipa besi tersebut merupakan bagian dari penyangga atap tribun. Saat angin kencang melanda, atap roboh dan menyebabkan pipa mengalami keretakan.

Akibat kondisi force majeure tersebut, pihak pelaksana proyek kemudian mengubah desain atap dari bentuk melengkung menjadi datar, disertai penambahan pilar penyangga guna meminimalkan tangkapan angin.

Di sela kegiatan reses, Wardani mempertanyakan kualitas material yang digunakan kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan pihak pelaksana proyek yang turut mendampingi peninjauan lapangan.

Menurutnya, kualitas proyek tidak hanya diukur dari besarnya anggaran maupun tampilan bangunan, tetapi juga ditentukan oleh mutu material yang digunakan sesuai standar teknis.
“Tidak boleh ada detail yang dianggap sepele. Retakan pada pipa bisa menjadi tanda lemahnya pengawasan dan penggunaan bahan yang tidak sesuai standar,” tegasnya.

Ia meminta pihak pelaksana lebih teliti agar hasil pembangunan benar-benar berkualitas dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
“Hal-hal kecil pun harus diperhatikan. Sebab dari hal kecil itulah lahir ketahanan, keamanan, dan kepercayaan publik terhadap sebuah pekerjaan,” tambahnya.

Selain keretakan pipa dan robohnya atap tribun, Wardani juga menyoroti kondisi lantai satu bangunan yang tampak basah dan terdapat genangan air. Kondisi itu diduga disebabkan ukuran atap lantai dua yang terlalu pendek sehingga air hujan masuk hingga ke lantai bawah.

“Mohon diperhatikan kebersihan pada lantai satu yang terlihat kotor. Juga ada genangan air,” pintanya.
Sementara itu, pelaksana proyek bernama Wayan mengatakan material yang digunakan telah sesuai standar. Ia juga memastikan pipa besi yang retak akan segera diganti.

Pihaknya pun berjanji melakukan perbaikan pada bagian atap dengan memasang atap yang lebih panjang agar air hujan tidak lagi menembus ke lantai satu.

“Atap yang kami gunakan saat ini hanya darurat saja. Akan kami pasang yang lebih panjang sehingga air tidak tembus ke lantai satu,” ujarnya.

Untuk diketahui, pembangunan venue kolam renang dilakukan dalam dua tahap dengan total anggaran sebesar Rp29,99 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Banggai.

Pada tahap I tahun anggaran 2025, dialokasikan anggaran sebesar Rp15 miliar yang difokuskan pada pembangunan struktur dasar dan fasilitas pendukung. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Yeros Alam Harmoni.
Pemerintah daerah juga mengalokasikan anggaran jasa konsultansi pengawasan pembangunan venue kolam renang tahap I sebesar Rp1,022 miliar.

Sementara pada tahap II tahun anggaran 2026, pekerjaan dilanjutkan dengan alokasi anggaran Rp14,99 miliar, serta jasa konsultansi pengawasan sebesar Rp665 juta. Informasi tersebut tercantum dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) Kabupaten Banggai.
(Sri)