BANGGAIPOST.COM- Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melepas 571 mahasiswa Poltekkes Kemenkes Palu untuk mengikuti Praktik Kerja Lapangan Terpadu (PKLT) bersama mahasiswa kedokteran Universitas Tadulako (Untad) dan Universitas Alkhairaat (Unisa) di 10 rumah sakit yang tersebar di Palu, Sigi, Donggala, Poso, Luwuk dan Tolitoli.
Prosesi pelepasan berlangsung secara hybrid, bertempat di gedung pogombo pada Jum’at siang (30/1).
Ditandai pemasangan jas almamater Poltekkes Kemenkes Palu dan jas dokter bagi perwakilan mahasiswa kedokteran Untad dan Unisa.
Gubernur dalam sambutannya yang disampaikan Sekretaris Dinas Kesehatan Wayan Apriani, SKM., M.Epid mengapresiasi pelaksanaan PKLT sebagai tahapan penting dalam penyiapan SDM Kesehatan yang berdaya saing, profesional dan berorientasi pelayanan.
“Semoga seluruh rangkaian PKLT berjalan lancar, aman dan memberi dampak nyata, menguatkan kepercayaan masyarakat, memperbaiki kualitas pelayanan dan mendukung berani sehat,” ucapnya.
Lewat, kolaborasi interprofesi dalam pelayanan kesehatan khususnya bagi pasien jantung yang jadi lokus PKLT, diharapkan jadi pengungkit untuk mengantarkan masyarakat Sulteng menikmati pelayanan kesehatan terbaik.
“Ini momen yang sangat baik bagi semua civitas akademik kesehatan untuk bergandeng tangan agar pelayanan jantung yang unggul bisa terwujud di Sulawesi Tengah,” sambungnya menambahkan.
Sementara itu, Direktur Dr. M. H. Supriadi B., S.Kp., M.Kep menegaskan bahwa PKLT berbasis kolaborasi interprofesi ini, merupakan hal baru yang pertama kali digagas oleh Poltekkes Kemenkes Palu.
Tujuan utamanya lanjut direktur, agar mahasiswa tak hanya fokus pada tindakan teknis kepada pasien tetapi juga aktif berkomunikasi dan diskusi dengan interprofesi kesehatan di rumah sakit.
“Kami harapkan (PKLT) dapat meningkatkan mutu pelayanan di sepuluh rumah sakit yang dipilih,” ungkapnya.
Di bagian lain, Wakil Direktur I Nurjaya, S.Pd., M.Kes melaporkan tema PKLT yang diusung adalah, Kolaborasi Multidisiplin Berbasis IPE dan IPC Dalam Pelayanan Holistik Pasien Jantung Di Rumah Sakit Sulawesi Tengah.
IPE atau Interprofessional Education, merupakan metode pembelajaran kolaboratif antar mahasiswa profesi kesehatan yang berbeda, yang diikuti dengan IPC atau Interprofessional Collaboration, atau praktik kolaborasi langsung di rumah sakit.
“Harapan kami mahasiswa mampu menerapkan nilai-nilai dan etika interprofesi, tanggungjawab profesi, komunikasi interprofesi dan kerjasama tim dalam melaksanakan PKLT,” ujarnya sebagai manifestasi dari metode IPE dan IPC tadi.
Turut hadir dalam acara tersebut, perwakilan dari 10 rumah sakit tujuan PKLT, perwakilan fakultas kedokteran Untad dan Unisa serta mitra terkait. (*)












