Seluruh pekerjaan pembangunan akan dilaksanakan langsung oleh perusahaan sesuai kesepakatan bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Setelah proyek selesai, pemerintah daerah hanya menerima hasil pekerjaan dalam bentuk aset infrastruktur.
Model tersebut dinilai dapat meminimalkan potensi persoalan administrasi sekaligus mempercepat proses pelaksanaan proyek.
Dua ruas jalan strategis menjadi sasaran utama program tersebut.
Ruas pertama adalah jalan Towi–Kolonodale sepanjang sekitar 13 kilometer yang akan dikerjakan secara gotong royong oleh konsorsium 16 perusahaan tambang.
Sementara ruas kedua, yakni jalan Buleleng–Matarape, akan ditangani oleh satu perusahaan yang mengambil tanggung jawab penuh atas pembiayaan dan pelaksanaan pekerjaan.
Bagi masyarakat Morowali dan Morowali Utara, perbaikan infrastruktur jalan merupakan kebutuhan mendesak yang telah lama disuarakan. Kondisi jalan yang rusak selama ini dinilai menghambat mobilitas warga, distribusi hasil pertanian maupun aktivitas ekonomi lainnya.
Melalui program tersebut, pemerintah berharap konektivitas antarwilayah semakin baik sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Anwar Hafid sendiri bukan sosok baru bagi masyarakat Morowali. Sebelum menjabat sebagai Gubernur Sulawesi Tengah periode 2025–2030, ia pernah memimpin Kabupaten Morowali selama dua periode, yakni 2007–2018.
