“Kedepan kami ESSA PT. PAU akan fokus pada penanaman pohon kemiri sebagai pakan burung maleo,”tambahnya.
Cahaya Prautama, Ailesh Konsultan Pendamping ESSA PT, PAU mengatakan, kegiatan pelepasan burung maleo sekaligus menjalin perjanjian kerjasama bersama tokoh adat Batui untuk menjaga kelestarian maleo.
“Inisiasi yang dilakukan oleh PAU sangatlah baik, bagaimana mengkolaborasikan antara akademisi, pemerintah dan masyarakat, besar harapan kolaborasi ini berlanjut dan kami terus mendampingi ESSA PAU terus mencapai kelestarian alam bumi pertiwi secara terus menerus “harapnya.

Sementara itu, Novari Mursita selaku External Relation Officer ESSA PT. PAU menyampaikan terimah kasih kepada Mobius Tanari bersama Tim Konservasi, dan Perwakilan BKSDA Sulawesi tengah, serta Stackholder wilayah yang hadir dan mendukung kegiatan pelepasan anakan maleo di Suaka Marga Satwa Bakiriang.
Kata dia, ini menjadi prestasi tersendiri bagi ESSA PT Panca Amara Utama yang telah berhasil melestarikan burung maleo dari tahun 2015, hari ini 31 burung kembali dilepasliarkan hingga total 252 burung secara keseluruhan.
Ini juga sebagai bentuk komitmen dari manajemen ESSA PT Panca Amara utama yang ingin membantu program pemerintah Daerah, Nasional untuk melestarikan salah satu burung endemik asli Sulawesi Tengah ini.
