Warga Tuding PDAM Balekos: Air Tak Mengalir Bukan Karena Kekeringan, Melainkan Disumbat


BANGGAIPOST, LUWUK – Masyarakat dari sejumlah desa di Kecamatan Luwuk Utara meluapkan kekecewaan terhadap pihak PDAM, setelah pasokan air bersih tidak mengalir selama kurang lebih satu bulan terakhir tanpa adanya solusi yang jelas.

Kondisi tersebut memicu aksi protes warga di Kantor Unit Pelayanan Air Minum Luwuk Utara, Senin (9/2). Aksi yang didominasi kaum ibu-ibu itu menuntut kejelasan serta langkah tegas dari pihak PDAM untuk segera menyelesaikan krisis air yang berkepanjangan.

Dalam aksi tersebut, warga mendesak pihak PDAM agar terbuka terkait penyebab macetnya distribusi air. Ironisnya, sebelumnya pihak PDAM sempat menyampaikan bahwa gangguan air disebabkan oleh faktor alam atau menurunnya debit air di sumber.

Namun setelah warga terus mendesak dan melakukan pengecekan, terungkap bahwa penyebab utama air tidak mengalir bukan karena kekeringan, melainkan adanya dugaan jaringan pipa yang disumbat.

“Memang pang Balekos bilang debit air menurun, padahal waktu dicek di Keles debit air masih banyak. Ternyata jaringan didorong dan ditutup,” teriak salah seorang warga dalam aksi tersebut.

Warga juga menyayangkan sikap pihak PDAM yang dinilai menutupi persoalan sebenarnya sejak awal.

“Selama ini Torang dilekos nanti so ada laki – laki yang turun ba demo baru dorang jujur eee memang pang balekos,”ujar warga lainya

Massa berharap krisis air ini segera diatasi dan meminta agar distribusi air kembali normal secepatnya.

“Torang minta hari ini juga air harus jalan,” tegas warga.

Selain itu, warga juga menuding adanya kerja sama antara sejumlah staf maupun pihak penting di PDAM dalam menutupi persoalan tersebut.

Pantauan media ini, aksi yang dimulai sejak pukul 08.00 WITA berlangsung tegang. Teriakan warga menggema di halaman kantor unit pelayanan. Aparat kepolisian dan TNI terlihat berada di lokasi untuk mengamankan jalannya aksi.

Bantahan PLT Direktur PDAM

Terpisah, PLT Direktur PDAM Damri Dayanun saat dikonfirmasi terkait tudingan warga membantah keras bahwa pihaknya telah berbohong mengenai kondisi debit air.

“Air di Keles saat musim kemarau tetap turun, ada videonya. Masyarakat jangan asal bicara kalau tidak melihat langsung,” ungkap Damri.

Ia menjelaskan bahwa pihak PDAM telah melakukan pemeriksaan langsung ke sumber air di Keles. Berdasarkan hasil tinjauan petugas, debit air saat ini hanya sekitar 40 liter per detik.

“Itu sudah disampaikan oleh Kanit Luwuk Utara kepada masyarakat Namun masyarakat tidak percaya,” tambahnya.

Sebagai bentuk klarifikasi, Damri juga mengirimkan video kepada media yang memperlihatkan kondisi sumber air saat petugas melakukan pengecekan.

“Video itu diambil kemarin saat Kanit Luwuk Utara naik langsung ke sumber. Berdasarkan tinjauan di lapangan, memang kemampuan air mengalami penurunan,” jelasnya.(Alin)