Karena itu, warganet menyarankan agar pekerjaan jalan desa maupun Jalan Usaha Tani (JUT) mempertimbangkan kebutuhan akses masyarakat selama proses pembangunan.
Beberapa alternatif yang disampaikan antara lain penjadwalan pekerjaan dengan mempertimbangkan musim panen, penerapan sistem pengerjaan secara bertahap atau buka-tutup, serta penyediaan jalur sementara apabila memungkinkan dan telah mendapat persetujuan pemilik lahan.
Warga berharap pelaksanaan pembangunan infrastruktur desa tetap memperhatikan aspek teknis sekaligus kebutuhan mobilitas masyarakat, sehingga pekerjaan dapat berjalan tanpa menimbulkan gangguan yang lebih besar bagi warga.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Desa Tanotu maupun pihak pelaksana pekerjaan terkait penutupan akses tersebut.(Alin)
