BALANTAK, BANGGAIPOST.COM
Pembangunan jalan rabat beton di Desa Tanotu, Kecamatan Balantak, Kabupaten Banggai dikeluhkan warga. Ini setelah akses jalan disebut ditutup total selama proses pekerjaan, sementara belum tersedia jalur alternatif bagi masyarakat yang biasa menggunakan jalan tersebut.
Kondisi tersebut dinilai mengganggu mobilitas warga, terutama masyarakat yang beraktivitas di kebun maupun mengangkut hasil pertanian.
Dalam foto yang beredar di media sosial, terlihat sebagian badan jalan telah dicor. Sejumlah material pembangunan, seperti pasir, kerikil, karung serta peralatan pengadukan, juga tampak berada di sekitar lokasi pekerjaan.
Keluhan yang beredar di kalangan warganet terutama menyoroti tidak tersedianya akses sementara selama proses pengerjaan. Warga menilai kondisi tersebut menyulitkan masyarakat yang bergantung pada jalan tersebut untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
Warganet Soroti Perencanaan Pelaksanaan Pekerjaan
Sejumlah warganet juga mempertanyakan aspek perencanaan dan manajemen pelaksanaan pekerjaan, khususnya terkait pengaturan akses masyarakat selama proses pengecoran dan pengerasan beton.
Secara teknis, beton membutuhkan waktu pemeliharaan atau curing agar mencapai kekuatan yang dipersyaratkan. Masa pemeliharaan tersebut dapat berlangsung hingga beberapa minggu, tergantung spesifikasi dan kondisi pekerjaan.
Karena itu, warganet menyarankan agar pekerjaan jalan desa maupun Jalan Usaha Tani (JUT) mempertimbangkan kebutuhan akses masyarakat selama proses pembangunan.
