Pejabat di sejumlah kamp pengungsian menyebut kekurangan air bersih sebagai persoalan paling mendesak. Minimnya pasokan air membuat warga kesulitan menjaga kebersihan diri maupun lingkungan, padahal sanitasi merupakan salah satu langkah utama untuk mencegah penyebaran virus Ebola.
Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa penanganan wabah tidak hanya bergantung pada layanan medis, tetapi juga pada tersedianya kebutuhan dasar seperti air bersih, sanitasi, dan perlindungan bagi masyarakat yang terdampak konflik.(RBP)
Sumber: Diadaptasi dari laporan Finbarr O’Reilly untuk The New York Times, 23 Juli 2026
