ADVERTISEMENT

Viral, Pedagang Pasar Simpong Histeris, Lapak Dibongkar Tanpa Surat Pemberitahuan

Tangkap Layar Video seorang pedagang Pasar Simpong Luwuk Menangis Histeris usai tempat usahanya di bongkar oleh Instansi terkait, Selasa,27 Januari 2026. [Video: Akun Facebook Susi]

BANGGAIPOST,Luwuk – Viral di media sosial Facebook, memperlihatkan seorang ibu yang diketahui merupakan pedagang Pasar Simpong, Kecamatan Luwuk Selatan, Kabupaten Banggai, menangis histeris, buntut pembongkaran lapak yang ditempatinya oleh instansi terkait, Selasa 27 Januari 2026.

Ibu tersebut mengaku, tempat usahanya dibongkar paksa tanpa adanya surat pemberitahuan maupun sosialisasi sebelumnya.

Dalam video yang direkam sendiri oleh korban, terlihat sang ibu tak kuasa menahan tangis saat menyampaikan kekecewaannya atas tindakan yang dinilainya sepihak. Ia mengaku selama ini rutin membayar retribusi pasar dan selalu mematuhi aturan yang berlaku.

“Tanpa ada surat dan pemberitahuan, dorang suruh keluar dan langsung bongkar. Saya ini pedagang, tiap hari bayar retribusi,” ungkapnya sambil menangis.

Ia juga mempertanyakan kebijakan pembongkaran tersebut, karena menurutnya lapak yang ia tempati merupakan tempat usaha, bukan lokasi yang melanggar ketertiban.

“Ini bukan tempat mabuk-mabuk, ini usaha. Saya ini pedagang, selama ini aturan pasar saya ikuti,” lanjutnya.

Ibu pedagang tersebut sangat menyayangkan sikap pihak terkait yang langsung melakukan pembongkaran tanpa memberikan tenggang waktu atau penjelasan terlebih dahulu.

Menurutnya, tindakan tersebut terkesan semena-mena dan tidak mempertimbangkan kondisi ekonomi pedagang kecil.

Melalui video itu pula, ia menyampaikan keluhannya langsung kepada Bupati Banggai, berharap ada solusi yang adil dan manusiawi, bukan eksekusi sepihak yang merugikan pedagang kecil.

“Saya ini pedagang, Pak. Kenapa kebijakan begini, tidak dikasih waktu, tidak ada pemberitahuan, langsung dibongkar,” ujarnya dengan suara bergetar.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola pasar maupun instansi terkait mengenai viralnya video pembongkaran lapak pedagang tersebut.(Lin)