Berita Utama

Urai Berbagai Masalah Pelayanan Kesehatan, DPRD Raker dengan Dikes, RSUD dan BPJS

Kepala dinas kesehatan dr. Zulkifli dalam penjelasan mengatakan, kasus pemotongan intensif tenaga kesehatan yang dilakukan oleh salah satu oknum di dinas kesehatan saat ini sementara ditangani oleh APH.
“Oknum melakukan atas keinginan sendiri. Dan oknum saat ini tidak lagi menjadi pegawai dinas kesehatan. Dan kasusnya sudah ditangani APH,” ungkapnya.
Terkait ketersediaan obat, dr. Christian Macpal mengatakan, bahwa masalah ini bukan hanya terjadi tahun ini tapi sudah beberapa tahun belakangan. Dan untuk menyelesaikan masalah obat di rumah sakit solusi satu-satunya RSUD harus menjadi BLUD atau tidak anggaran obat dinaikkan.
“Obat ini bukan sekarang bermasalah tetapi sudah dari beberapa tahun terakhir. Salah satunya penyebabnya ketersediaan anggaran yang kecil dan adanya utang obat,” tuturnya.
“Pengadaan obat berbeda dengan pengadaan yang lain, karna mekanismenya yang sedikit rumit. Sehingga diperlukan anggaran yang besar untuk melengkapi ketersediaan obat di rumah sakit,” tambah dr. Christian.

Bagikan: