Opini

Teater Tragedi di Masungkang

Selama Sungai Masungkang masih menjadi ruang kelas pertama tentang keberanian, sementara jembatan hanya hidup dalam janji dan proposal anggaran, selama itu pula teater tragedi akan terus dipentaskan. Bukan oleh para aktor. Bukan oleh para penyair. Melainkan oleh anak-anak yang bahkan belum cukup umur untuk memahami mengapa negara membiarkan mereka menjadi tokoh utama dalam kisah yang seharusnya tidak pernah ditulis.

Sebuah teater tragedi yang memilukan.


Luwuk, 24 Juli 2026

*Penulis adalah petani pisang.

Bagikan: