Berita Utama

STEM ala Indonesia: “Science, Technology, Engineering, Meme”

Jadi mari kita kembali ngopi pagi, membicarakan kelemahan saya di bidang matematika dan fisika. Untungnya, ada harapan: putra saya yang paling tua justru cemerlang di bidang fisika dan matematika. Ia berhasil lulus teknik sipil, meski dari perguruan tinggi swasta. Hasil tes IQ-nya juga menunjukkan kemampuan kuat di bidang STEM. Ketika saya dorong melanjutkan kuliah S2, jawabannya sederhana: “uang lebih penting daripada ijazah.”

Itulah salah satu penyebab generasi muda Indonesia tidak berlomba-lomba di bidang pengetahuan. Mereka lebih suka mencari jalan pintas pragmatis. Meski begitu, saya tetap optimis: suatu saat akan kembali era di masa awal kemerdekaan, ketika manusia Indonesia lebih haus ilmu daripada haus jabatan.

Harapan Baru dari Generasi Z

Beberapa waktu lalu, ada berita menggembirakan: Generasi Z mulai bangkit dengan literasi, membeli buku, dan berkumpul dalam komunitas membaca. Sebuah tanda bahwa gairah ilmu pengetahuan belum padam sepenuhnya.

Bagikan: