Infrastruktur

SPAM Baya Rp599,6 Juta Mulai Dikerjakan, PUPR Janji Awasi Ketat

Cristopel juga meminta masyarakat maupun media menyampaikan kepada pihaknya apabila menemukan pekerjaan yang dinilai tidak sesuai dengan ketentuan.

“Kalau ada hal-hal yang tidak sesuai dalam pekerjaan, nanti diberitahukan kepada kami. Kami meminta pihak media juga dapat berperan dalam pengawasan,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus membuka ruang bagi pengawasan publik terhadap proyek yang dibiayai melalui anggaran negara tersebut.

Pengawasan, bagaimanapun, tidak cukup hanya memastikan pekerjaan berjalan. Kualitas pemasangan pipa, kesesuaian material dengan spesifikasi teknis, volume pekerjaan, hingga fungsi jaringan setelah proyek selesai juga perlu menjadi perhatian.

Begitu pula dengan target 120 penerima manfaat. Jumlah tersebut perlu dipastikan sesuai dengan realisasi sambungan rumah yang benar-benar terpasang dan dapat digunakan masyarakat.

Sebab, keberhasilan proyek SPAM tidak semata-mata diukur dari terselesaikannya pekerjaan fisik atau terserapnya anggaran, tetapi dari sejauh mana jaringan tersebut mampu menyediakan akses air minum bagi masyarakat penerima manfaat.

Bagikan: