BANGGAIPOST, LUWUK – Pemerintah Kabupaten Banggai melalui Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial menggelar rapat koordinasi guna membahas berbagai potensi konflik yang berkembang di tengah masyarakat sepanjang tahun 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (8/4/2026) sekitar pukul 09.30 WITA, bertempat di Jalan Samratulangi, Kelurahan Bungin, Kecamatan Luwuk, Luwuk.
Rapat dipimpin oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Rudi Purnawan K. Bullah, dan dihadiri sekitar 20 peserta dari berbagai unsur, di antaranya Asisten I Mujiono, perwakilan TNI seperti Kapten Inf Amal, serta unsur intelijen dan Satpol PP.
Dalam penyampaiannya, Rudi Purnawan mengungkapkan bahwa terdapat sejumlah potensi konflik sosial yang perlu diwaspadai di Kabupaten Banggai. Di antaranya konflik antarwarga maupun antarwilayah, yang dipicu oleh tingginya inflasi serta persoalan ekonomi.
Selain itu, konflik ekonomi juga dipicu oleh kelangkaan gas elpiji, kenaikan harga bahan pokok, serta keterbatasan BBM. Sementara itu, konflik agraria terkait kepemilikan lahan dengan pihak perusahaan serta alih fungsi lahan juga menjadi perhatian.
Potensi konflik lainnya meliputi konflik keagamaan akibat provokasi dan penyebaran kebencian, konflik politik karena perbedaan ideologi dan kepentingan kekuasaan, serta konflik budaya akibat perbedaan nilai dan rendahnya toleransi antar kelompok masyarakat.
Tak hanya itu, isu sosial seperti tingginya angka penyalahgunaan narkoba, peredaran minuman keras, serta persoalan ketersediaan air bersih juga turut menjadi sorotan dalam rapat tersebut.
Rapat juga menyinggung adanya dugaan munculnya aliran kepercayaan tertentu yang dinilai bertentangan dengan praktik ibadah agama yang diakui di Indonesia.
Kegiatan berlangsung hingga pukul 11.50 WITA dan berjalan dalam keadaan aman dan tertib.
Rapat ini dilaksanakan sebagai langkah antisipatif guna meningkatkan kewaspadaan nasional serta memperkuat koordinasi antarinstansi dalam mencegah potensi konflik sosial yang dapat berkembang di tengah masyarakat Kabupaten Banggai.(Alin)












