BANGGAIPOST, BATUI SELATAN – Puluhan siswa SMP Satap Batui 5 asal Desa Masungkang, Kecamatan Batui Selatan, Kabupaten Banggai, terpaksa tidak bisa mengikuti Ujian Akhir Sekolah (UAS) hari pertama akibat banjir sungai yang meluap, Senin (25/5/2026).
Para siswa yang setiap hari harus menyeberangi sungai menuju sekolah di Desa Ondo-Ondolu (Batui 5), tidak dapat melintas karena arus sungai sangat deras usai diguyur hujan sejak pagi.
Video yang memperlihatkan kondisi para siswa tertahan di tepi sungai viral di media sosial setelah dibagikan akun Facebook Simpen Komang. Dalam video tersebut terlihat sejumlah pelajar berseragam sekolah hanya bisa menunggu sambil memperhatikan derasnya arus air yang membahayakan jika dipaksakan menyeberang.
Warga menyebut kondisi ini bukan pertama kali terjadi. Setiap musim hujan, puluhan siswa dari Desa Masungkang harus mempertaruhkan keselamatan demi bisa bersekolah.
“Kalau hujan deras, anak-anak pasti tidak bisa lewat. Sungainya sangat berbahaya,” ujar salah seorang warga.
Diketahui, persoalan akses penghubung antara Desa Masungkang dan wilayah Batui 5 sudah berlangsung bertahun-tahun. Warga mengaku pemerintah daerah beberapa kali menjanjikan pembangunan jembatan penghubung, namun hingga kini belum juga terealisasi.
Akibat kejadian tersebut, sekitar 20 hingga 23 siswa dilaporkan absen pada pelaksanaan UAS hari pertama. Pihak sekolah disebut akan memberikan ujian susulan bagi siswa yang tidak sempat mengikuti ujian.
Kondisi ini kembali memicu perhatian publik terkait minimnya infrastruktur pendidikan di wilayah terpencil Kabupaten Banggai. Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata agar para pelajar tidak lagi menghadapi risiko serupa setiap musim hujan.
“Jangan sampai anak-anak terus jadi korban karena akses yang tidak memadai,” kata seorang relawan setempat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Banggai terkait kepastian pembangunan jembatan penghubung Masungkang–Batui 5.(Sri)












