Akibat kejadian tersebut, sekitar 20 hingga 23 siswa dilaporkan absen pada pelaksanaan UAS hari pertama. Pihak sekolah disebut akan memberikan ujian susulan bagi siswa yang tidak sempat mengikuti ujian.
Kondisi ini kembali memicu perhatian publik terkait minimnya infrastruktur pendidikan di wilayah terpencil Kabupaten Banggai. Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata agar para pelajar tidak lagi menghadapi risiko serupa setiap musim hujan.
“Jangan sampai anak-anak terus jadi korban karena akses yang tidak memadai,” kata seorang relawan setempat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Banggai terkait kepastian pembangunan jembatan penghubung Masungkang–Batui 5.(Sri)
