Berita Utama

Program SJSP Ayam Pedaging Tak Berkelanjutan, Penerima Manfaat Mengaku Rugi

Program SJSP di Desa Piondo Kecamatan Toili Jaya, menyisahkan kandang kosong.

Pakan dan vitamin juga diterimanya. Saat proses pemeliharaan, pakan yang diberikan tak mencukupi. Agar ayam ayam ternak itu tetap hidup, Murtam harus membeli pakan, yakni jagung giling. Namun, rupanya pakan yang diberikan tidak menambah berat badan ayam pedaging.

“Ada yang mati. Ada yang dijual mas, tapi kecil ukurannya. Ada pakannya khusus, kalau cuma jagung giling berat ayam tidak naik. Jual murah,” kata Murtam kepada media ini, pekan kemarin.

Kesulitan warga, karena tak ada pembeli. Ayam yang mereka ternak dijual tak sesuai harapan. “Dijual sama masyarakat sini. Kalau ada keluarga yang pesta, ya sudah jual saja. Meskipun harganya murah,” ungkapnya.

Juhariyah, warga Desa Piondo mengakui hal serupa. Rumah Murtam dan Juhariyah hanya bersebelahan jalan lingkungan. Juhariyah yang seorang janda itu mengajak pewarta ini ke belakang rumahnya. Di belakang rumahnya itulah kandang ayam Juhariyah berdiri.

Kandang itu sudah dijadikan sebagai gudang tempat penyimpanan barang–barang yang tak lagi digunakannya.
Kandang ayam berukuran 1 X 2,5 meter itu kata Juhariyah, dibikin sendiri.

Bagikan: