Berita Utama

Program SJSP Ayam Pedaging Tak Berkelanjutan, Penerima Manfaat Mengaku Rugi

Program SJSP di Desa Piondo Kecamatan Toili Jaya, menyisahkan kandang kosong.

Meskipun hasil produksi ayam pedaging yang ia ternak tidak mendapatkan keuntungan, tapi Juhariyah masih tetap bersyukur.
“Mau gimana lagi mas,” ketusnya.

Para penerima itu mendapatkan 25 Kg pakan dan vitamin. Walaupun Juhariyah mengaku merawatnya dengan baik, tapi tetap saja ada yang mati.

“Punya saya itu kan dapat 50 ekor, mati 10. Jadi tersisa 40 ekor. Pakannya tidak cukup, saya beli lagi jagung Rp500 ribu,” ungkapnya.

Dengan wajah sumringah, Juhariyah mengaku, tak ada untungnya sama sekali. Baik Murtam maupun Juhariyah mengakui, mereka tidak mendapatkan pelatihan khusus atau pendampingan cara beternak ayam pedaging.

Mereka hanya diberikan arahan sekali di momen menerima bibit ayam. Selebihnya, mereka berjuang sendiri.
Mereka tak dapat melanjutkan program ternak ayam pedaging, karena tak memiliki modal. Harapan, produksi ayam pedaging dapat dijadikan modal, tak bisa diandalkan.

Dari keterangan warga setempat bahwa di wilayah Kecamatan Toili dan sekitarnya terdapat banyak peternak ayam pedaging. Proses peternakannya jauh lebih profesional.

Warga tak punya keahlian dalam hal beternak ayam pedaging. Berbeda ketika bantuan itu di sektor pertanian atau perkebunan, sudah dapat dipastikan akan dapat terkelola dengan baik. Sebab, masyarakat setempat adalah petani dan pekebun. (*)

Bagikan: