Berita Utama

Potensi Kebocoran Miliaran Rupiah di Parkir RSUD Luwuk

“Kami sudah mengundang PT Cellebest Kreator Indonesia, tetapi sampai hari ini belum pernah hadir di RSUD Luwuk.”

RSUD juga menyatakan bahwa evaluasi kerja sama masih berlangsung.

“Sedang berproses.”

Manajemen menyebut memiliki iktikad untuk melakukan perbaikan, namun untuk persoalan lama dinilai berada di luar kewenangan.

“Kami punya iktikad untuk memperbaiki… namun terkait kegiatan di tahun 2019 di luar kewenangan kami karena pengelola saat itu PT JMA dan permasalahan di pengelola lama sudah diselesaikan oleh manajemen sebelumnya.”

Meski demikian, pernyataan tersebut belum meredam kritik. Ini bahkan memperkuat kesan bahwa persoalan lama tidak ditelusuri lebih jauh, padahal temuan BPK bernilai ratusan juta rupiah masih menyisakan pertanyaan besar.

Di sisi lain, belum hadirnya pihak pengelola juga menimbulkan keraguan terhadap efektivitas pengawasan dan validitas pengelolaan parkir yang saat ini berjalan.

Sebagai direktur yang baru menjabat sekitar lima hingga enam bulan sejak Oktober 2025, dr. Budianto Uda’a dinilai memiliki momentum kuat untuk melakukan pembenahan menyeluruh. Namun hingga kini, langkah yang diambil masih sebatas evaluasi.

Bagikan: