BANGGAIPOST, LUWUK – Tumbangnya tiga pohon pelindung di depan masjid agung di Luwuk nyaris menelan korban jiwa. Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran warga, khususnya para pengemudi ojek yang setiap hari beraktivitas di sekitar lokasi.
Insiden itu terjadi saat kondisi cuaca kurang bersahabat. Pohon berukuran besar tiba-tiba roboh dan menutup sebagian badan jalan, sehingga membahayakan pengguna jalan yang melintas.
Salah satu pengemudi ojek, M. Arsil, mengaku hampir tertimpa pohon saat tengah mengantar penumpang. Ia menyebut kejadian tersebut menjadi bukti nyata bahwa banyak pohon pelindung di Luwuk sudah tidak layak dan berpotensi tumbang sewaktu-waktu.
“Ini harus viral dulu baru diperhatikan. Padahal sudah banyak pohon yang lapuk dan berisiko. Saya sendiri hampir tertimpa saat bawa penumpang,” ujarnya dalam video yang beredar.
Menurut para pengemudi ojek, kondisi sejumlah pohon di pinggir jalan saat ini sudah mengkhawatirkan. Selain faktor usia, banyak pohon yang tampak rapuh dan tidak lagi aman sebagai peneduh, bahkan justru menjadi ancaman bagi keselamatan.
Mereka pun mendesak Pemerintah Kabupaten Banggai untuk segera mengambil langkah konkret. Bupati Banggai diminta menginstruksikan instansi terkait agar segera melakukan penanganan terhadap pohon-pohon yang berpotensi tumbang.
Warga berharap pemerintah segera melakukan pendataan menyeluruh terhadap pohon pelindung di kawasan rawan, diikuti dengan penebangan terhadap pohon yang lapuk serta penggantian dengan tanaman baru yang lebih aman dan terawat.
“Kami mohon ini segera ditindaklanjuti sebelum benar-benar memakan korban. Jangan tunggu ada kejadian baru bergerak,” tambah Arsil.
Hingga saat ini, masyarakat—terutama komunitas ojek di Luwuk—menunggu respons cepat dari pemerintah daerah demi menjamin keselamatan pengguna jalan dan mencegah kejadian serupa terulang.(alin)












