Law dan Crime

Pintar, Bergaji Rp 9 Juta Sehari, tapi Dwi Bagus Tega Bunuh Istri Siri dan Anak: Kontras Mencolok yang Menghebohkan Publik

Selain itu, Dwi Bagus dikenal sebagai konsultan perkapalan dengan keahlian di bidang pengeboran minyak lepas pantai dan pengelasan bawah air (underwater welding). Sejumlah keterangan pihak ketiga yang dikutip Tribun Network menyebut ia memiliki izin kerja untuk proyek di Eropa, dengan penghasilan mencapai 100.000–150.000 dolar AS per kontrak. Namun, klaim penghasilan dalam dolar AS tersebut belum terverifikasi secara independen dari perusahaan terkait.

Polisi juga menyampaikan bahwa asesmen psikologis forensik menunjukkan tingkat inteligensi Dwi Bagus berada pada kategori superior atau di atas rata-rata. Ia disebut merupakan lulusan program studi manufaktur dari perguruan tinggi teknik ternama di Bandung.

Di balik latar belakang pendidikan dan kemampuan profesional tersebut, Dwi Bagus kini menghadapi proses hukum atas dugaan pembunuhan terhadap istri siri dan anak tirinya.

Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Roy H.M. Sihombing, dalam konferensi pers di Mapolda Jatim pada 27 Oktober 2026, mengungkapkan bahwa Dwi Bagus diduga mencekik istri sirinya, Dini Hardiyanti (30), di sebuah kamar hotel di Kota Madiun pada 20 September 2026. Setelah itu, ia diduga mencekik anak tirinya yang berusia empat tahun, Arshaka Ghafa El Faezya (AGF), di dalam mobil karena khawatir anak tersebut menjadi saksi.

Bagikan: