Peringatan Haul ke-2 H.Murad Husain di Gelar Sederhana, Puluhan Majelis Taklim Kirim Do’a

Peringatan Haul ke-2 DR (HC) H.Murad Husain yang digelar di Pondok Pesantren Al-Murad, Kawasa Bukit Keles, Kamis (17/8/2023).[Foto:Nasri/Banggaipost]

BANGGAIPOST,Luwuk- Peringatan Haul ke-2 Alamarhum Haji Murad Husain digelar secara sederhana oleh pihak keluarga, Kamis (17/8/2023)

Acara yang dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Murad kawasan Bukit Keles, Kecamatan Luwuk tersebut, dihadiri anak-anak, cucu, dan kerabat dekat almarhum.

Turut serta pimpinan pondok pesantren ustad Zainal Abidin Alihamu, dewan guru, orang tua santri, serta puluhan majelis taklim di sejumlah kecamatan.

Haul diawali dengan pembacaan Do’a untuk Almarhum Haji Murad Husain, kemudian dilanjutkan zikir bersama oleh majelis shalawat Kabupaten Banggai bersama Persatuan Wanita Islam (Perwis).

Lantunan zikir yang dipimpin Umi Rugayah bersama anggota majelis taklim kembali ditutup dengan mengirimkan Do’a untuk Almarhum.

Kepada BanggaiPost, Hj.Sulianti Murad,SH,.MM, menghaturkan terima kasih
kepada undangan yang telah meluangkan waktu untuk hadir pada peringatan haul almarhum H. Murad Husain.

“Saya mewakili keluarga besar, menyampaikan terimakasih yang tak terhingga atas doa-doa yang dipanjatkan oleh kita semua. Semoga doa kita di ijabah oleh Allah dan amal baik bapak dan ibu semua, mendapat ganjaran pahala dari Allah SWT,”ucapnya.

Almarhum kata Sulianti, merupakan sosok ayah yang bertanggungjawab terhadap keluarganya. Hingga saat ini dikenal oleh masyarakat luas sebagai sosok yang berjiwa sosial.

“Namanya harum, terus dikenang. Almarhum banyak berbuat amal kebaikan, berkontribusi kepada masyarakat. Semoga bisa di contoh oleh anak-anaknya, dan generasi berikutnya. Semoga amal kebaikan orang tua kami diterima Allah SWT,”tutur Sulianti.

Sejumlah tokohpun mengutarakan kesannya saat bertemu Almarhum semasa hidup. Seperti diutarakan Prof.Dr. Zainal Abidin disaat peringatan haul pertama.

Ia menceritakan awal mula bertemu almarhum Haji Murad Husain di tahun 1994.

Kenangan itu bertepatan digelarnya Rakerda KNPI di kota Luwuk. Semua peserta se Sulteng hadir ketika itu. Selaku pembina KNPI, Haji Murad Husain mengajak peserta menuju HTI di Toili.

Ditempat itu kata Profesor, seluruh delegasi Rakerda dijamu oleh almarhum, seraya menerima konsep membangun jiwa kewirausahaan.

“Saat itu kami dijamu luar biasa oleh almarhum pak Murad. Anak-anak muda dilayani dengan baik. Awalnya kami hanya mendengar cerita saja. Disana, kami menyimpulkan pak Murad adalah sosok panutan kami,”ujarnya mengenang Almarhum.

Menurut Ustad Zainal yang juga Guru Besar UIN Datokarama Palu ini, banyak informasi terkait kontribusi almarhum terhadap pembangunan di daerah ini. Sepertihalnya terkait pembangunan Masjid Agung.

“Masjid Agung dibangun oleh pak Murad. Ini salah satu amal jariyah, dan sudah diterima almarhum di alam barzah. Almarhum sudah senang, sesuai yang dijanjikan Allah SWT,”pungkasnya. (NS)