Jika menulis puisi membuat saya “berbahaya secara fakta”, mungkin itu pertanda baik. Karena bangsa yang masih bisa tersinggung oleh puisi berarti belum sepenuhnya mati rasa.(*)
Tentang Penulis
Novita Sari Yahya
Penulis dan Peneliti
Buku:
1. Romansa Cinta
2. Padusi: Alam Takambang Jadi Guru
3. Novita & Kebangsaan
4. Makna di Setiap Rasa – antologi 100 puisi bersertifikat lomba nasional dan internasional
5. Siluet Cinta, Pelangi Rindu
6. Self Love: Rumah Perlindungan Diri
📞 Kontak: 089520018812
📸 Instagram: @novitasari.yahya
Referensi
1. Julia Suryakusuma, Ibuisme Negara: Konstruksi Sosial Perempuan Orde Baru, Jakarta: Komunitas Bambu, 2011.
2. International People’s Tribunal 1965 (IPT 65), Den Haag, 2015.
3. Cindy Adams, Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, Jakarta: Gunung Agung, 1966.
4. Tempo Magazine, Marsinah: Perempuan yang Dibungkam Negara, Edisi Khusus, 1994.
5. Saskia Wieringa, Penghancuran Gerwani: Seksualitas dan Kekuasaan di Indonesia, Yogyakarta: Galang Press, 2010.
6. Soe Tjen Marching, The End of Silence: Accounts of the 1965 Genocide in Indonesia, Amsterdam University Press, 2017.
7. Benedict Anderson, Imagined Communities: Reflections on the Origin and Spread of Nationalism, Verso, 2006.
8. Tan Malaka, Madilog (Materialisme, Dialektika, Logika), Jakarta: Narasi, 2014.
9. Ernesto “Che” Guevara, The Motorcycle Diaries, Verso, 2004.
