Berita Utama

Perempuan Indah Secara Fiksi, Berbahaya Secara Fakta

Puisi bagi saya bukan sekadar karya sastra. Puisi adalah bentuk perlawanan terhadap objektifikasi perempuan, kekerasan atas nama ideologi, dan pengkhianatan terhadap kemanusiaan.
Menulis puisi berarti menulis ulang sejarah yang terlalu lama diceritakan dari sudut pandang patriarki dan kekuasaan.

Jika menulis puisi membuat saya “berbahaya secara fakta”, mungkin itu pertanda baik. Karena bangsa yang masih bisa tersinggung oleh puisi berarti belum sepenuhnya mati rasa.(*)

Tentang Penulis

Novita Sari Yahya
Penulis dan Peneliti

Buku:

1. Romansa Cinta

2. Padusi: Alam Takambang Jadi Guru

3. Novita & Kebangsaan

4. Makna di Setiap Rasa – antologi 100 puisi bersertifikat lomba nasional dan internasional

5. Siluet Cinta, Pelangi Rindu

6. Self Love: Rumah Perlindungan Diri

📞 Kontak: 089520018812
📸 Instagram: @novitasari.yahya

Referensi

1. Julia Suryakusuma, Ibuisme Negara: Konstruksi Sosial Perempuan Orde Baru, Jakarta: Komunitas Bambu, 2011.

2. International People’s Tribunal 1965 (IPT 65), Den Haag, 2015.

3. Cindy Adams, Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, Jakarta: Gunung Agung, 1966.

4. Tempo Magazine, Marsinah: Perempuan yang Dibungkam Negara, Edisi Khusus, 1994.

5. Saskia Wieringa, Penghancuran Gerwani: Seksualitas dan Kekuasaan di Indonesia, Yogyakarta: Galang Press, 2010.

6. Soe Tjen Marching, The End of Silence: Accounts of the 1965 Genocide in Indonesia, Amsterdam University Press, 2017.

Bagikan: