Namun semua itu tentu butuh kerja sama yang baik dari semua pemangku kepentingan yang ada di Banggai Laut, sebagai wujud cinta kita semua terhadap daerah ini. Mengembangkan budaya menuju penguatan jati diri Lipu Banggai, membutuhkan keterkaitan lintas sektoral, spasial, struktural multi dimensi dan interdisipliner. Dalam hal ini harus bertumpu pada pemuda untuk kekuatan dasar sebagai pengeraknya.
Kawula muda yang dimaksud di sini adalah pemuda yang cinta daerah ini dengan nilai kearifan lokalnya. Kearifan lokal sesungguhnya merupakan potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia (Lipu dan Mian Banggai). Lipu (secara geografis) dan Mian Banggai (sosial kultural) adalah dua variabel yang menjadi aset kekayaan daerah ini. Jika kedua variabel ini dipahami dan diaktualisasikan dalam sebuah perilaku sehari-hari dengan baik oleh pemuda Banggai Laut, maka kelak daerah ini menjadi daerah berkembang dan maju setara dengan daerah-daerah lain di seantero Nusantara. Pemuda harus mempersiapkan diri, membekali diri dan dibekali agar mereka mampu menyematkan nilai kearifan lokal. Ke depan, bekal itu tentu harus diwariskan, diajarkan pula pada anak anak mereka, generasi selanjutnya, sebagai wujud penghapusan dosa generasi tua. (*)
