Salah satunya pada 12 Febuari kepada Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG) Banggai Laut. Walaupun beliau belum dilantik, tetapi setidaknya telah menggambarkan kepedulian beliau terhadap nilai nilai budaya dan kearifan lokal. Artinya beliau menjunjung tinggi pluralisme kepentingan dalam bingkai kebersamaan dan persaudaraan sejati (montolutusan) Banggai.
Hal ini semoga dapat mengubah mindset (paradigma) dan mental (karakter) orang (bangkapi/mian) Banggai demi mengembalikan marwah Banggai sebagai bangsa dan negeri yang beradab, sehingga semua pembangunan di semua lini hidup dalam kehidupan mempunyai dasar kuat yang mengarah pada semangat otonomi daerah atau sesuai dengan keberadaan daerah ini.
Di Banggai Laut, kesadaran akan berartinya kearifan lokal cenderung lambat. Selama ini, kearifan lokal tiarap bersama kepentingan pembangunan yangย bersifat sentralistik dan top down. Dalam memasuki fase pemerintahan baru nanti oleh bupati dan wakil bupati terpilih, tentu kita semua berharap agar apa yang menjadi visi dan misi beliau berdua dalam mewujudkan kearifan lokal yang berbudaya dapat terlaksama.
