— IKLAN —
Iklan Untika Luwuk

Pemerintah Matangkan Seleksi CPNS 2026, Formasi Masih Dihitung Berdasarkan Kebutuhan ASN

BANGGAIPOST.COM, JAKARTA – Pemerintah mulai mematangkan persiapan pelaksanaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2026. Saat ini, pemerintah pusat masih menghitung kebutuhan riil Aparatur Sipil Negara (ASN) sebelum menetapkan jumlah formasi yang akan dibuka.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, mengatakan proses tersebut dilakukan melalui koordinasi intensif antara BKN, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Kementerian Keuangan, serta pemerintah daerah dan kementerian/lembaga.

“Kami saat ini sedang mematangkan koordinasi untuk seleksi CPNS. Saya, Bu Menpan, Pak Menteri Keuangan terus mematangkan bersama pemerintah daerah dan kementerian/lembaga. Ini kebutuhannya berapa, sedang kita hitung fix-nya,” ujar Zudan usai rapat koordinasi di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Senin (13/7/2026), sebagaimana dikutip dari Kompas.com.

Menurut Zudan, pemerintah belum dapat menetapkan jumlah formasi karena masih melakukan pemetaan kebutuhan pegawai secara nasional, baik untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Saat ini jumlah ASN di Indonesia mencapai sekitar 6,7 juta orang. Dalam periode terakhir, sekitar 160 ribu ASN telah memasuki masa pensiun sehingga membuka kebutuhan pengisian jabatan di berbagai instansi. “Jadi, kita itu sedang menghitung masih perlu PPPK berapa, masih perlu CPNS berapa. Ini kita hitung secara matang,” katanya.

Rekrutmen Lain Diselesaikan Lebih Dulu

Sebelum membuka seleksi CPNS 2026, pemerintah masih memprioritaskan penyelesaian sejumlah agenda rekrutmen yang sedang berlangsung.

Di antaranya adalah proses rekrutmen PPPK untuk guru Sekolah Rakyat, serta seleksi sekolah kedinasan seperti Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN, sekolah tinggi statistik, hingga sekolah intelijen yang ditargetkan selesai pada Juli 2026.

Setelah seluruh tahapan tersebut rampung, pemerintah akan mengumumkan secara resmi jadwal dan formasi CPNS 2026. Pengumuman tersebut dijadwalkan disampaikan oleh Menteri PAN-RB, Rini Widyantini.

Pemerintah juga meminta seluruh kepala daerah segera menuntaskan proses pengangkatan tenaga non-ASN menjadi PPPK. Langkah itu dinilai penting untuk memberikan kepastian status kepegawaian sekaligus menjadi dasar dalam menghitung kebutuhan ASN ke depan.

Di sisi lain, seleksi CPNS 2026 akan berlangsung di tengah upaya pemerintah melakukan reformasi birokrasi dan menjaga efisiensi belanja negara. Karena itu, penambahan ASN dipastikan akan disesuaikan dengan kebutuhan riil pelayanan publik.

Sejumlah formasi diperkirakan tetap menjadi prioritas, antara lain tenaga pendidik, tenaga kesehatan, talenta digital seperti data scientist dan ahli keamanan siber, serta jabatan teknis yang dibutuhkan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Selain itu, muncul pula usulan dari DPR agar status PPPK guru dapat diintegrasikan menjadi CPNS guna memberikan kepastian jenjang karier.

Pelaksanaan seleksi CPNS 2026 diperkirakan masih menggunakan portal SSCASN milik BKN dengan sistem Computer Assisted Test (CAT). Pemerintah juga membuka peluang adanya penyempurnaan materi seleksi, termasuk penambahan aspek kompetensi digital dan integritas.

Masyarakat yang berminat mengikuti seleksi diimbau menunggu pengumuman resmi dari KemenPAN-RB dan BKN serta mulai mempersiapkan diri sejak dini agar mampu bersaing dalam proses seleksi yang diperkirakan tetap berlangsung ketat.(RBP)

'; ?>