“Beberapa lokasi di Indonesia, ada yang sudah tanam di bulan Juli, September, itu mengalami kekeringan. Kalau kita lihat di sini, Alhamdulillah, bisa sampai panen,” kata dia.
Untuk itu, ia mengimbau para petani agar memperhitungkan waktu tanam yang tepat.
Sementara itu, Bupati Banggai Amirudin menerangkan bahwa Kabupaten Banggai tidak bisa terus-terusan bergantung pada Dana Bagi Hasil (DBH) sektor migas. Justru, alokasi anggaran yang ada saat ini diperlukan untuk membangun infrastruktur di berbagai sektor, terutama pertanian.
“Suatu saat migas ini akan habis. Tetapi dengan sarana prasarana pertanian kita yang sudah terbangun, kita sudah punya petani yang tangguh, maka tidak perlu lagi bergantung pada DBH migas,” kata Bupati Amirudin.
Ia juga menekankan, BUMDes setempat yang bergerak dalam usaha perdagangan agar membeli kedelai dari petani.
“Jangan ada lagi petani yang menjual kedelai ke tengkulak. BUMDes harus hadir menyerap kedelai petani,” kata Bupati Amirudin. (Dkf)
