Parenting

Otak Anak Terancam Rusak karena Scrolling Tanpa Henti? Kenali Fenomena Popcorn Brain

Media sosial, video pendek, notifikasi, hingga algoritma yang terus menyajikan konten baru membuat otak terbiasa menerima kepuasan instan. Akibatnya, aktivitas yang berjalan lebih lambat—seperti membaca buku, belajar, berbincang dengan keluarga, atau mengerjakan tugas sekolah—sering kali terasa membosankan.

Fenomena ini juga diperparah oleh kebiasaan multitasking digital, misalnya menggulir media sosial sambil menonton televisi atau bermain gim sembari mengobrol melalui aplikasi pesan. Otak terus dipaksa berpindah perhatian dalam waktu singkat hingga akhirnya sulit bertahan pada satu pekerjaan saja.

Tanda-Tanda yang Perlu Diwaspadai

Di era digital, menjauhkan anak sepenuhnya dari internet tentu bukan solusi yang realistis. Namun, orang tua perlu mengenali gejala awal ketika penggunaan gawai mulai memengaruhi kemampuan anak untuk fokus.

Beberapa tanda yang patut diwaspadai antara lain:

Sulit berkonsentrasi saat mengerjakan PR tanpa terus-menerus diingatkan.

Kesulitan mengikuti instruksi yang terdiri atas beberapa langkah.

Mudah bosan dan selalu mencari hiburan baru.

Sulit mengingat informasi.

Perhatian mudah teralihkan.

Tidak mampu menyelesaikan satu tugas hingga tuntas.

Mudah cemas.

Sulit mengendalikan emosi.

Bagikan: