Parenting

Otak Anak Terancam Rusak karena Scrolling Tanpa Henti? Kenali Fenomena Popcorn Brain

Penelitian yang dipublikasikan dalam Public Library of Science pada 2021 terhadap anak usia 8–12 tahun menemukan bahwa kebiasaan melakukan multitasking digital berkaitan dengan meningkatnya tingkat stres. Penelitian tersebut juga mengaitkan tingginya intensitas multitasking media dengan menurunnya fungsi sosial-emosional, meningkatnya masalah perilaku dan perhatian, kualitas tidur yang lebih buruk, serta rendahnya ketekunan (grit).

Berpotensi Memengaruhi Perkembangan Otak

Dampak popcorn brain tidak berhenti pada sulitnya anak berkonsentrasi saat belajar.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal World Psychiatry pada 2019 menyebutkan bahwa paparan gangguan digital yang terus-menerus dapat menciptakan lingkungan yang kurang ideal bagi penyempurnaan fungsi kognitif tingkat tinggi pada masa perkembangan otak anak dan remaja.

Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa dampak multitasking digital lebih terlihat pada awal masa remaja. Bahkan, penggunaan internet dengan frekuensi tinggi selama beberapa tahun dikaitkan dengan penurunan kemampuan kecerdasan verbal.

Meski demikian, temuan tersebut bukan berarti setiap anak yang sering menggunakan gawai pasti mengalami gangguan perkembangan. Para peneliti menekankan bahwa risiko meningkat ketika penggunaan perangkat digital berlangsung berlebihan, tanpa batasan waktu, dan tanpa pendampingan orang tua.

Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua?

Bagikan: