Parenting

Otak Anak Terancam Rusak karena Scrolling Tanpa Henti? Kenali Fenomena Popcorn Brain

Para ahli menyarankan agar orang tua tidak hanya membatasi waktu penggunaan gawai, tetapi juga membantu anak melatih kembali kemampuan fokus.

Langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:

Menetapkan waktu dan area bebas gawai (screen-free zones).

Mengajak anak membaca, menggambar, bermain puzzle, memainkan alat musik, atau aktivitas lain yang membutuhkan konsentrasi.

Melibatkan anak dalam kegiatan rumah seperti memasak, berkebun, atau merajut.

Menjaga jadwal tidur yang teratur.

Membiasakan latihan mindfulness atau meditasi sekitar 10 menit setiap hari.

Membiarkan anak sesekali merasakan kebosanan juga dinilai penting. Dari situlah otak belajar mempertahankan perhatian tanpa harus terus-menerus mencari hiburan instan dari layar.

Pada akhirnya, teknologi bukanlah musuh. Tantangan terbesar bagi orang tua adalah memastikan anak memanfaatkan teknologi secara sehat, seimbang, dan tetap memiliki ruang untuk berkembang melalui interaksi nyata, aktivitas fisik, serta pengalaman belajar yang melatih fokus dan ketekunan.(RBP)


Sumber: Artikel ini diolah dan direproduksi dari Times of India, edisi 21 Juli 2026.

 

Bagikan: