BANGGAIPOST.COM,Batui-Bukannya diapresiasi malah dikeluarkan dari kelas saat hari pertama mengikuti pembelajaran.
Hal ini di alami Nadilla siswi berprestasi kelas sebelas IPA SMA Negeri 1 Batui, usai mewakili Kecamatan Batui menjadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Kota Luwuk.
Kepada BanggaiPost, Kamis (7/9/2023) Orang Tua (Ortu) siswi, Arif,menceritakan kronologis kejadian saat sang anak dikeluarkan dari ruang kelas.
Dikatakan, pada Senin 21 Agustus 2023, Nadilla diserahterimakan ke pihak sekolah usai melaksanakan tugas, setelah selama 45 hari ditempa dipusat pelatihan Paskibraka Mirqan Kawasan Halimun, Luwuk.
Kemudian, Selasa 22 Agustus 2023, sang anak mengikuti pembelajaran pertama seperti biasanya. Jam pertama pembelajaran Nadilla dikeluarkan dari ruang kelas dengan alasan tidak mengerjakan tugas, dan ketinggalan pembelajaran.
“Oleh guru bidang studi bahasa Inggris, dengan alasan tidak mengerjakan tugas,dan ketinggalan pelajaran. Anak saya mencoba memberikan alasan kepada sang guru, bahwa tengah mengikuti paskibra tingkat kebupaten. Namun alasan yang disampaikan justeru tidak diterima,”ungkapnya.
“Saat itu anak saya mengalami tekanan psikologis”tambahnya menegaskan.
Mendengar keluhan sang anak, iapun mendatangi sekolah, dan Menemui Kepsek. Kritikan terus ia layangkan kepada pihak sekolah saat pertemuan itu.
“Setiap penjelasan yang diutarakan Kepsek selalu berkelit, padahal kejadian benar adanya,”ujarnya.
