Setelah mendalami problem tersebut, iapun menilai, hal ini terjadi karena Kepala Sekolah tidak mensosialisasikan kepada seluruh guru, bahwa ada peserta didik yang terpilih mengikuti Paskibraka Tingkat Kabupaten Banggai.
“Fungsi managerial Kepala Sekolah tidak jalan. Tidak ada komunikasi antara pimpinan sekolah dengan bawahannya. Buktinya saja yang kami temukan, sejumlah guru tidak tahu kalau ada siswi SMAN 1 Batui, tengah berjuang mengharumkan nama sekolah di tingkat Kabupaten (Paskibraka.red),”
Iapun berharap kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, untuk segera mengevaluasi Kepala Sekolah SMAN 1 Batui. Ini penting dilakukan, agar problem tersebut tak terjadi dikemudian hari.
“Kami merasa prihatin dan meyanyangkan kepada pihak sekolah yang memperlakukan anak saya. Kurang lebih 2 bulanย berjuang membawa nama baik sekolah. Hari pertama pembelajaran malah di usir dari kelas. Kami minta Pemprov Sulteng untuk mengevaluasi Kepsek SMAN 1 Batui,”pungkasnya.
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Batui Siti Hikmah S.Pd,.MPd saat dikonfirmasi terkait problem tersebut membantah, jika tak mensosialisasikan keberadaan Siswi yang mengikuti Paskibraka Tingkat Kabupaten.
“Semua guru sudah disampaikan, dan izin siswi mengikuti kegiatan diserahkan ke kelas,”ucapnya.
