Setelah seluruh isi kerang berhasil dipisahkan dari cangkangnya, hasilnya ditimbang sebelum diserahkan kepada pengepul. Harga yang diterima saat ini sebesar Rp9.000 per kilogram. Para pekerja tidak menerima upah harian, melainkan dibayar berdasarkan jumlah kilogram kerang yang berhasil mereka proses. Semakin banyak kerang yang dibersihkan, semakin besar pula penghasilan yang mereka bawa pulang. Sistem pembayaran berdasarkan hasil timbangan tersebut menjadi penyemangat bagi para pekerja untuk tetap tekun dan produktif.
Warga mengaku bersyukur dengan hadirnya usaha pengolahan dan jual beli se-se tersebut. Selain membuka peluang pemasaran hasil laut, usaha ini juga secara tidak langsung menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan membantu menunjang perekonomian keluarga.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, usaha jual beli kerang ini merupakan yang pertama hadir di Kecamatan Luwuk Timur. Sebelum ada pengepul, kerang atau se-se umumnya hanya dikonsumsi sendiri atau dijual dalam jumlah terbatas. Bahkan, tidak jarang hasil tangkapan itu tidak memiliki nilai jual yang berarti.
Kini kondisinya mulai berubah. Kehadiran pengepul membuat masyarakat semakin termotivasi untuk mencari kerang di pesisir dan menjualnya. Hasil laut yang sebelumnya kurang dimanfaatkan kini memiliki nilai ekonomi, sehingga menjadi sumber penghasilan tambahan bagi banyak warga.
